Kamis, 28 Mei 2015

KOTA KECIL KU: Sunrise Di Lereng Sumbing



24.5.15. Adzan subuh menggema disetiap sudut kota. Aku sudah tersadar bahkan sebelum adzan subuh. Udara dingin menggelitik untuk tetap berada dibawah selimut. Tapi janji bersama adik ku tak bisa kuingkari lagi setelah kemarin 2 kali aku membuatnya kecewa, hanya tetap tak berharap banyak mendapat sunrise yang keren karna ditemanggung mendung. Aku bergegas membangunkan adik ku, bukan dimas, tapi vara, adik sepupu perempuan ku. Menunaikan sejenak kewajiban terhadap Sang Pemberi Hidup.


Berbalut jaket kami menyusuri jalanan kota sendu ini. Lengang masih terasa, tak banyak kendaraan berlalu lelang di pagi yang masih buta ini, hanya mobilmobil bak pembawa sayur dan para pedagang yang segera menyesaki pasar. Melewati alunalun temanggung kami terus ke arah barat menuju parakan. Setelah 15 menit kami sampai di parakan lalu berbelok ke arah rsk ngesti waluyo sebelum jembatan galeh terus keatas menuju desa wisata gondosuli. Di sana masih banyak anakanak maupun orang tua yang masih senang berjalan kaki. Jadi jangan ngebut, slow saja.


Ketemu pertigaan pertama kami lurus lalu pertigaan kedua belok kanan terus keatas ikuti jalan. Sampai di desa pager gunung, desa terakhir. Naik terus keatas. Kondisi jalan disana sudah lumayan bagus setelah terakhir kali beberapa bulan yang lalu aku sempat kemari. Hanya jalan setelah desa terakhir yang masih agak jelek tapi gak sepenuhnya jelek.


Naik sekitar 500 meter kami berhenti di gardu pandang pertama karna memang kondisi ku yang sudah gak kuat nahan berat badan vara yang lebih gendut hehe..


Angin dingin yang segar membelai lembut tubuh kami. Tangan ku bahkan sempat keram kedinginan. Tapi semua terbayar dengan indahnya pemandangan disitu. Ladang penduduk yang hijau dtanami pohon tembakau, hutanhutan gunung sumbing yang tampak hijau dan tentu puncak sumbing yang gagah nan menawan biru cerah bercampur semburat jingga dari pantulan matahari. Sayang, sindoro hanya menampakan pucuknya yang dbalut awan. Di timur seharusnya terlihat jajaran gunung andong, telomoyo, merbabu, merapi dan agak keutara menjulang pula ungaran. Sayang, semua tertutup awan. Awalnya agak pesimis sunrise tak akan terlihat. Tapi Allah berkata lain, matahari perlahan muncul diantara lautan awan. Perlahan sangat pelan hingga pagi kan menjelang *ehk, tulisan semi serius pun tetap kumat :p *. Tak kalah pula dengan posong yang sudah lebih dulu terkenal.

Gardu Pandang Pertama

Setelah si adik puas narsis, sekitar jam 6.30an kami pulang lagi ke Temanggung.


Nb: recomended! Gardu pandang pertama. Karna semakin keatas justru semakin gak kliatan pemandangannya tertutup pohon.


Pakailah motor atau berjalan kaki jika kuat. Karna jalan sempit sedangkan aktivitas pagi dsana lumayan ramai, penduduk hilirmudik pergi ke ladang.


Sunrise sekitar jam 5.45 am.


Keep clean! Bawa turun sampahmu!


Ayo explore tanpa merusaknya!


Temanggung ini indah! :)

Berasa sunrise diatas awan :D

Gunung Sumbing